Awam Fashion is Maybe, Awam Budaya Indonesia? NO WAY !


Wiwied bisa bilang bahwa fashion adalah hasil dari eksplorasi dan implementasi dari kekayaan budaya berbusana Indonesia. Apa alasannya? Simak artikel inspirasi dari Wiwied ini. Pastinya kalian akan terkejut, ternyata fashion sebenarnya adalah buah karya pecinta etnik Indonesia yang jenius mengulang tradisi busana Indonesia di era modern. Lupakan seniman, lupakan desainer, Kita semua adalah insan budaya yang wajib berkreativitas dalam mencintai budaya berbusana Indonesia.

Dimulai dengan membahas latar belakang sebuah mode atau fashion atau gaya berpakaian, yaitu adanya kesatuan yang kita sebut kebudayaan. Kebudayaan sering kali didefinisikan sebagai hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia (sumber : wikipedia). Kebudayaan juga erat kaitannya dengan nilai yang diwariskan secara turun temurun. Kebudayaan dalam peradaban manusia / penduduk Indonesia salah satunya adalah cara berbusana. Busana Indonesia yang kita kenal selama ini merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat Indonesia. Dimana pada setiap detail berpakaian tersebut mengandung nilai pengetahuan, kepercayaan, simbolisme, kesenian dan adat tradisi dari masyarakat Indonesia. Pada kenyataannya, kebudayaan adalah abstrak berupa gagasan intelektual atau ide artistik, sementara wujud budaya berbusana itu adalah keragaman busana pada acara adat tradisional, material busana dan aksesorisnya, serta motif simbolik pada busana.

Fashion / Mode selanjutnya didefinisikan sebagai gaya berpakaian (termasuk seni) yang populer dalam suatu budaya (Sumber : Wikipedia). Nah disinilah kita mulai mendukung bahwa fashion adalah erat kaitannya dengan Budaya Indonesia.

Jika dalam kebudayaan suatu masyarakat Indonesia diperlukan masyarakat se-Tanah Air sebagai subjek/pelaku budaya, maka pada kemajuan fashion Indonesia di Jakarta Fashion Week 09/10 ini diperankan secara aktif oleh kontribusi dari pelaku Fashion yaitu : Desainer Indonesia.

Desainer adalah pihak yang harus aktif memelihara dan melestarikan nilai seni pada budaya berbusana Indonesia. Selama aktivitas fashion menjadi populer di Indonesia, desainer Indonesia tidak pernah berhenti mengeksplorasi kebudayaan busana Indonesia dan mengimplementasikan nilai tersebut menjadi karya seni / artistik yang sesuai dengan perkembangan jaman. Eksplorasi ini berkaitan dengan pengetahuan desainer tentang hasil budaya yang sudah ada, seperti material atau bahan busana, simbol atau motif tradisi, dan kebiasaan masyarakat. Sementara implementasi adalah berkaitan dengan kreativitas desainer mengulang kembali nilai budaya yang ada tersebut menjadi “balutan busana” bagi isu-isu kontemporer atau modernitas masyarakat masa kini, atau bahkan melebur dengan budaya mancanegara seperti karya unik oleh Malik Moestaram.

Hingga sampai pada kesimpulan, bahwa Fashion adalah hasil yang dituangkan sebagai produk proses kreasi eksplorasi dan implementasi desainer fashion Indonesia masa kini. Dan pada Jakarta Fashion Week 09/10 ini, para desainer akan berlomba-lomba berkreativitas mengeksplorasi ragam kekayaan budaya busana Indonesia seperti : kain tenun, kain batik, kain lurik, kaing songket, sarung, adat busana suku Anak Dalam, warna untuk warna kulit masyarakat Indonesia, hingga motif dan bentuk simbolik tradisional. Semua eksplorasi ini akan diperagakan oleh tangan-tangan handal desainer fashion Indonesia dengan mengangkat isu-isu kontemporer seperti karya-karya Desainer kita yang mengangkat isu : urbanisme kota masa kini, kontradiksi wanita dan pria, surga motif Indonesia pada kostum kini, Playful Life, ready to wear.

Wow, lihat kan…. Semua insan yang turut aktif pada dunia fashion ini adalah mereka yang perduli bahkan berkreativitas dengan ragam kekayaan budaya Indonesia. Maka kita patut lebih dalam mengetahui peran aktif mereka bagi kelestarian Budaya Tanah Air kita. Ikuti terus perkembangan informasi Jakarta Fashion Week 09/10 ini, pastikan kita mengambil inspirasi ini untuk menambah semangat berkreativitas kita.
Labels: edit post
0 Responses

Post a Comment